Thursday, March 10, 2011

Asuransi Kesehatan

Lagi kepikiran ngerjain project, niatnya siy baik, mudah2an bisa jadi bermanfaat untuk yang mencari informasi dan bisa jadi kenangan2 buat yang nulis atau yang baca (yang pernah tinggal di Jepang), siapa tau juga, yang nulis ini mau pindah dari Jepang :p....

Sebenernya udah banyak kalo gugling dan bisa nemuin info2 yang pengen gw buat project-nya ini, tapi gw tetep mo bikin ah *kekeuh* mungkin masih bisa menambah informasi (ato malah jadi tambah bingung :P), karena makin banyak hasil gugling-an-nya....

Setiap tertarik (baru tertarik ko bukan udah pindah2 banyak negara:D) mau pindah ke suatu negara, biasanya yang gw gugling itu; health insurance, taxes, children thingies (melahirkan, sekolah-usia sekolah, allowance, dll), living expenses, baru deh ngikut tu pension policy, housing, driving license, dll yang akhirnya jadi banyak yaa guglingnya :D *namapun emak2, mohon dimengerti*

Ok, kalo gitu gw mo mulai project ini dengan cerita beberapa point yang biasa gw gugling, sepertinya postingan tentang project ini akan terdiri dari beberapa posting :D...Bismillah mudah2an bermanfaat...


Oh iya sebelum masuk ke Health Insurace, sebagai warga negara asing, begitu mendarat di sini, sudah punya visa (pastinya) untuk yang tinggal minimal setahun harus segera mengurus Alien Registration Card (外国人登録証明書 baca gaikokujin tōroku shōmeisho) ke kelurahan di wilayah tempat tinggal kita, biasanya di setiap kelurahan adalah 1 atau 2 orang yang bisa berbahasa inggris dengan lancar abis, *don't worry be happy :D*, biasanya setelah syarat lengkap, kita akan diminta kembali ke kelurahan 1 minggu s/d 2 minggu berikutnya untuk mengambil Alien card itu, jangan lupa kasih foto yang paling ciamik ya, secara masa berlakunya lebih dari 1 tahun:p...abis itu baru kita mulai cerita soal;

Health Insurance (Asuransi Kesehatan)

Di Jepang sini, berlaku 2 model untuk Asuransi Kesehatan, karena gw dan Ridho pernah mengalami dua-duanya, jadi lumayan bisa cerita panjang untuk Asuransi Kesehatan ini;

A. National Health Insurance (国民健康保険 baca Kokumin-Kenkō-Hoken)

Untuk penjelasan lebih lengkap yang ilimiah ada wikipedia:D... Ini gw nyoba nulis pengalaman sendiri waktu ikutan NHI. Kita ikutan NHI selama 5 tahun, selama status Ridho masih pelajar saat itu, besaran premi yang dibayarkan disesuaikan dengan kemampuan kita, jadi waktu kita masih berdua dan waktu kita udah bertiga (punya anak) lebih murah waktu kita berdua, loh kok? Iya, kan anak dapet children allowance (diceritaain lebih lanjut ntar), jadi ya sebenernya berbanding lurus juga si, tapi bedanya juga ga jauh2 amat ko berdua ato bertiga ato lebih karena punya anak.

Premi bisa dibayarkan setiap bulan, atau per 3 bulan atu langsung setahun. Sebagai pelajar yang hidupnya di-support beasiswa (dan dianggap zero income karena pendapatan per-tahun tidak mencapai pendapatan wajib pajak), kita bisa meminta keringanan untuk membayar premi, kebijakan ini memang ada, besarannya keringanan tergantung nasib (woehehehehe, ko ga informatif gini, tapi serius loh, antara keluarga A dan keluarga B yang sama2 minta keringanan dan jumlah anaknya sama, suka beda ko besaran bayarannya)...Tapi jangan khawatir, preminya ga memberatkan sama sekali...

Waktu masih berdua tanpa anak, setahun kita kena premi sekitar 20k JPY, setelah bertiga (ada 1 anak) kena premi sekitar 30K JPY.

Keuntungan yang kita rasakan;

1. tiap sakit dan berobat (orang dewasa) hanya membayar 30% dari ongkos periksa dan 30% dari harga obat (kebayang kalo ga ikutan NHI, tiap sakit ngeluarin duit banyak pastinya).

2. untuk anak-anak tiap berobat dan sakit gratis ongkos periksa, dan gratis obat (hanya membayar untuk botol obatnya kalo obatnya perlu botol biasanya hanya sekitar 10 s/d 100 JPY). Untuk anak-anak ini, supaya pengobatan gratis setelah mengikuti NHI akan dikirimkan kartu khusus untuk anak2 dari kelurahan (kalo kita udah punya anak dan ga dapet kartu ini, segera mengurus ke kelurahan tempat tinggal kita, kalo ga punya kartu bebas berobat khusus anak, ya si anak bakal bayar sebesar orang dewasa yang sakit dan berobat)

NHI ini berlaku di seluruh Jepang untuk orang dewasa, untuk anak-anak juga begitu, apabila anak2 sakit dan pergi ke rumah sakit di luar wilayah kelurahan kita, akan dikenakan biaya seperti orang dewasa yang sakit dan berobat, tetapi akan ada reimbursement di bulan berikutnya, dengan cara melaporkan ke kelurahan tempat kita tinggal, bahwa anak kita pergi ke rumkit di luar wilayah (menunjukkan bukti2 dan pembayaran yang kita lakukan).

NHI ini berbentuk seperti ID Card, setiap anggota keluarga akan memilikinya satu2. Jangan lupa dibawa tiap berobat yaa...Jujur, kita ga punya pengalaman langsung dengan sakit yang sampai harus rawat inap, tapi Ridho pernah nemenin orang (pelajar) ke kelurahan untuk ngurus biaya yang dikeluarkan karena dia harus operasi dan rawat inap, walaupun cuma bayar 30 % dari total biaya, pasti tetep mahal kan kalo berobat berat gitu, dan kata Ridho semua biaya yang dikeluarkan oleh orang tersebut (30 % nya itu) akan kembali karena orang tersebut (pelajar) itu kategori orang miskin di sini :D Tapi sepertinya sistem pelajar miskin aka ga mampu ini sepertinya cuma berlaku untuk pelajar2 berbeasiswa, kalo pake duit sendiri mah tajir melintir pasti :D...

Dulu jaman beasiswa masih gede (sekarang kan makin mengecil tu besarannya karena krisis), biaya 30 % yang dikeluarkan para pelajar ini akan di ganti sebesar 20 % oleh monbukagakusho, jadi kalo sakit dan ngeluarin uang lapor deh ke admin kampus, kalo sekarang kita ga tau lagi apa sistem ini masih berlaku ato nggak..

NHI ini berlaku untuk self-employed people dan pelajar

B. Employees' Health Insurance (健康保険 baca Kenkō-Hoken)

Kalo orang udah kerja di perusahaan biasanya ikutan asuransi yang ini, preminya dipotong langsung dari pendapatan per-bulan, besaran premi tergantung juga dari besaran pendapatan.

Untuk Kenko Hoken ini juga berlaku sistem yang sama dengan NHI, kita hanya perlu membayar 30 % untuk orang dewasa dan gratis (hanya membayar tempat obat apabila dibutuhkan) untuk anak2. Untuk Anak2, juga berlaku kartu pengobatan gratis yang sama, yang akan dikirimkan oleh kelurahan wilayah tempat tinggal kita, dan kita perlu mengurusnya ke kelurahan apabila kartu gratis berobat anak tersebut tidak sampai ke alamat kita.

Kenko Hoken ini bentuknya seperti lembaran (Kenko Hoken yang diikuti Ridho di perusahaannya tempat dia bekerja), di situ tertulis nama secara berurutan nama Ridho-gw dan Aksa. Bentuk Kenko Hoken ini berbagai macam yaa, ga semua seperti kenko hoken yang kita punya, tergantung perusahaan tmp kita bekerja itu bekerja sama dengan perusahaan asuransi yang mana. Terkadang ada perusahaan asuransi yang menyediakan kenko hoken ini, juga memberikan fasilitas2 khusus seperti diskon di hotel2 atau tempat2 hiburan gitu, tapiiii ga semua perusahaan asuransi memberlakukan hal yang sama yaa, mungkin makin banyak fasilitas jadi makin geday potongan premi dari gaji kita per bulan :p....

Untuk Kenko Hoken ini sudah tidak didapati lagi keringanan2, preminya sudah ditetapkan langsung, kalau sampai sakit berat dan perlu rawat inap ya tetap harus membayar 30% dari total biaya pengobatan. Biasanya seseorang yang bekerja akan mengkuti asuransi lain di perusahaan2 asuransi yang menyediakan life insurance plus asuransi kesehatan (Kokumin-Hoken) tambahan seperti di Zenrosai salah satunya untuk meringankan apabila ada biaya besar yang harus dikeluarkan untuk pengobatan. Preminya bisa dipilih sesuai kebutuhan sama seperti perusahaan2 asuransi pada umumnya.

Hiyak, begitulah sistem Health Care di Jepang, yang kita tau :D...kalo ada yang kurang dan lebih tolong dimaafkan dan dibenerin yaa...sebagai catatan tambahan; pengobatan gratis (baik rawat jalan maupun rawat inap) untuk anak2 berlaku sampai si anak lulus SD (tetapi sepertinya tiap propinsi memiliki aturan yang berbeda, silahkan dicek ke kantor pemerintahan tempat tinggal masing2)

Biasanya tiap pergi ke rumah sakit/klinik/dokter kita akan mendapatkan kartu anggota, dan ada beberapa rumah sakit/klinik/dokter apabila kita sudah menjadi anggotanya dan ingin berobat ke tmp itu, diperlukan menelpon/submit secara online lebih dahulu untuk bikin janji, suka ga bisa kalo main dateng ajah.

Untuk Infromasi rumah sakit di wilayah tempat tinggal kita, bisa kita minta ke kelurahan, karena biasanya rumah sakit/klinik/dokter di Jepang hanya buka di hari kerja (bahkan beberapa klinik dan dokter ada yang tutup di hari Kamis), hari Sabtu setengah hari dan hari Minggu tutup, untuk ER pun kita harus nelpon dulu ga bisa langsung dateng gitu aja, kalo udah yang memang emergency berat yaa telpon ambulance di 119. Jadi informasi rumah sakit ini cukup penting untuk diperoleh dari kelurahan.

Kita ga punya foto ID Card-ny NHI, baru posting sekarang, sementara NHI kita udah dibalikin ke kelurahan karena udah ga ikutan lagi:D....Bersambung yaa ke topik selanjutnya :)

Oh iya, ini ada satu website yang lumayan membantu untuk urusan rumah sakit ibu dan anak2 (yaaa tapi gitu deh, in Japanese, belom nemu yang in English, ntar kalo nemu diapdet deh:D) ;

Mother and Child Emergency Internet Website




4 comments:

seerika said...

wah menarik, selalu tertarik ttg kehidupan di negara2 lain, tmsk ttg fasilitas kesehatan. Oh iya, kalo utk periksa kehamilan dan melahirkan gimana ya disana? Di cover asuransinya jugakah? Full or ttp hrs bayar 30%?

ira i said...

assalamualaikum, Mia bgm kabarnya ? Semoga Mia dan keluarga baik2 saja di Jepang.

miaridho said...

@ Seerika: periksa kehamilan tetep hny 30%, dan ada beberapa tes Lab yang gratis memang diprogram oleh pemerintah. Melahirkan akan mengeluarkan uang kurleb 480k JPY (secara normal/c-sect atas keputusan dokter), tetapi akan mendapatkan uang hadiah untuk bayi dari pemerintah kurleb 350k JPY (tahun 2007, sekarang udah naik lagi)

miaridho said...

@ Ira i: Walaikumsalam wr wb Teh Ira, Alhamdulillah baik2. Teh Ira gimana?