Sunday, August 22, 2010

Cinta Fitri

Posting kali ini, akan diusahakan ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik, tidak berharap banyak akan ada pengaruhnya, hanya berusaha menyampaikan apa yang menurut saya perlu diperhatikan.Walaupun saya tahu, sudah pasti tulisan macam ini jumlahnya berjuta-juta di internet, mungkin tidak akan ada gunanya, tapi namapun usaha dan lagi pula saya lagi kangen ngeblog kebetulan terbersit ide ingin memposting apa.


Saya dan suami adalah orang Indonesia, saya seorang ibu rumah tangga yang bekerja, bersama suami saya, tinggal di Jepang baru tujuh tahun. Selama tujuh tahun di Jepang, bukan berarti saya tidak mengikuti hal-hal yang terjadi di Indonesia. Hmmm…ternyata susah menulis dalam bahasa Indonesia yang baik, langsung hilang semua ide yang mau disampaikan :D


Langsung saja, posting ini bermaksud membahas mengenai Sinetron di Indonesia. Dua hari yang lalu, saya mengikuti sebuah Sinetron yang berjudul Cinta Fitri (yang ternyata sudah sampai Season 6, wow!) Saya tahu sinetron ini memang banyak digemari masyarakat, terbukti dari rating dan antusiasme masyarakat di setiap daerah-daerah Indonesia setiap ada jumpa fans dengan para pemain sinetron ini. Loh kok saya tau? Semua bisa dicari di google bukan :D?


Saya memang sengaja menonton sinetron yang hits banget ini, karena menunggu acara selanjutnya yang ada di saluran tv tersebut, saya menonton lewat streaming mivo tv. Season 6 Episode 17 di malam itu pun berhasil saya tonton sampai habis, tadi malam Episode 18 nya pun saya tonton sampai habis. Selesai tayang malam tadi, saya langsung membulatkan tekad bahwa Saya tidak akan pernah menonton Sinetron Cinta Fitri lagi.


Saya akui, saya pernah mengikuti Cinta Fitri Season 3 di Jakarta, karena saat itu saya berada 4 bulan di Jakarta, dan kebetulan di rumah saya tersebut memang tidak berlanganan tv kabel, jadilah sinetron menjadi hiburan satu-satunya di malam hari. Season 3 ini pun tidak saya ikuti sampai habis, karena saya kembali ke Jepang dan untuk mengikuti setiap hari lewat streaming adalah hal yang tidak mungkin disebabkan perbedaan waktu yang akan membuat saya sukses tidak bangun pagi :D.


Kembali ke tekad bulat saya tersebut, ya saya sudah bertekad tidak akan mengikutinya lagi, dua kali cukup buat saya, daripada saya harus bela-belain begadang hanya untuk sinetron seperti itu. Saya kecewa dengan perkembangan sinetron Indonesia dari hari ke hari. Ingat Sinetron Tersanjung yang ber-season-season juga, sampai bertahun-tahun, sampai semua pemain sinetron Indonesia ikut bermain di dalamnya baru deh tamat, tapi saya tidak mengikutinya juga, hanya ingat Sinetron ini berawal ketika saya mau UMPTN di SMA, dan masih ada ketika saya UAS semester 7 di kuliah, hebat bukan? Apa inti cerita sinetron yang begitu panjang dan lama macam coki-coki ini? Apa yang tertinggal dalam ingatan penonton sinetron ini, adakah yang berkesan? Jangan membandingkan dengan Sit-Com Friends nya Hollywood yang sudah berulang kali ditonton tapi tidak pernah membuat bosan, itu seperti membandingkan surga dan neraka (maap kalau berlebihan)


Mungkin Sinetron Cinta Fitri ini juga akan begitu adanya, maksudnya mungkin seperti Drama-Drama di Hollywood yang banyak season, tapi visi dan misi jalan cerita di Cinta Fitri ini gagal total, karena dari dua kali menonton akhirnya saya meng-google dan mendapatkan beberapa sumber yang mampu merangkum jalan cerita Cinta Fitri ini, dan sukses bikin saya ketawa-ketawa sendiri (bukan karena senang tapi karena miris).


Maksud saya menulis dalam bahasa Indonesia, berharap ada Sinetron makers atau Produser yang membaca, setidaknya bisa jadi pertimbangan mereka agar membuat sinetron yang lebih baik, tapi gag tahan juga gw, pengen nulis santai soalnya susyah nulis serius, duh gimana ini :D?


Bayangkan saudara-saudari, Intinya ceritanya itu hanya mutar-mutar tidak jelas, dan peran antagonis-nya itu macam kucing dengan banyak nyawa (aduh sekali lagi maaf ya:D) sudah masuk penjara bisa hidup nyaman lagi, sudah nyaris mati bisa kembali hidup sempurna lagi, sudah tidak mungkin menang lagi tapi kembali berjaya dengan trik-trik yang super jahat (ini serius, jahatnya TERLALU). Peran protagonisnya? Sudah empat tahun tidak pinter-pinter juga, heran! Itu Keluarga Hutama (Keluarga yang jadi inti dari cerita Cinta Fitri) kan keluarga kaya, anak-anaknya lulusan luar negeri, tapi kok ya ada keluarga sebodoh itu coba ya (mulai emosi:D).


Cerita tadi malem itu, Si peran antagonis aka Miska, berakhir dengan cerita dia akan menfitnah si Fitri the protagonist sebagai pembunuh ibu mertuanya dengan cara membayar seorang wanita yang mirip Fitri dan memakai bajunya Fitri menyuntikkan cairan dan membekap sang ibu mertua dengan bantal sambil direkam pakai kamera hand phone si Miska, bayangkan betapa jahatnya Miska ya? Coba tolong jelaskan kepada saya yang bodoh ini, di mana letak sisi baik sinetron ini yang tayang pada bulan Ramadhan pula, ok ok…saya tidak akan menghubungkan dengan Ramadhan, tapi ABG labil pasti masih ada di depan tv jam segitu kan, apa para orang tua tidak khawatir dengan dampak yang mungkin saja tidak baik, dari jalan cerita sebuah sinetron?


Sinetron Cinta Fitri ini saya simpulkan berjalan cerita mirip film Saw-nya Hollywood dengan kemasan yang berbeda, memiliki dampak psikologis yang luar biasa, memang dampak ini belum diteliti lebih lanjut, tapi kemungkinan banyak juga orang yang mengalami hipertensi tiap nonton Cinta Pitri kan :D! Tidak setuju dengan saya bahwa Cinta Pitri sebelas-duabelas dengan Saw? Itu terserah anda, saya menyimpulkan bahwa Sinetron Cinta Pitri ini memiliki peran antagonis yang jahatnya menjurus ke ‘psycophat’ Naudzubillah min dzalik….



Apakah ide dari Sinetron Cinta Fitri hanya cinta yang tiada habisnya (seperti orang banyak bilang, ada 3 cinta dunia ini yang nda habis; cinta Tuhan kepada umatnya, cinta ortu kepada anaknya dan Cinta Pitri:D) walaupun esensi dari cinta yang tiada habisnya tersebut jadi hilang seiring dengan jalan cerita yang terlalu lebay dan dibuat-buat?



Apa nda bisa ya para sinetron makers dan produser itu bikin sinetron yang mendatangkan energi postif. Temanya nda usah si kaya dan si miskin, atau si baik dan si super duper jahat, Basi! Okelah kalau memang tema itu yang paling menjual dan mudah dibuat jalan cerita, tapiiiiii bisa dong kalau mengemasnya dengan cantik dan ciamik?



Ambil contoh Japan Drama (ya karena memang saat ini saya tinggal di Jepang, bukan bermaksud sombong), itu banyak banget yang mengambil tema percintaan si sakit dan si sehat, tapi dalam judul dan jalan cerita yang berbeda, Japan Drama selalu sukses membuat penontonnya nangis-nangis karena ‘Feel’dan 'soul' dari masing-masing Drama tersebut, tanpa harus para pemain drama-nya nangis-nangis terus sepanjang drama juga :D.


Atau Korean Drama yang temanya lebih kreatif, IMHO tidak perlu menciptakan tokoh yang super jahat untuk menjadikan drama itu tontonan menarik


Saya memang tidak memiliki kemampuan menulis skenario atau membuat sinetron, bukan maksud saya untuk tidak menghargai hasil karya anak bangsa, bukan maksud saya mencela-cela tanpa alasan, dan tolong jangan bilang, “ah lo sirik tanda tak mampu lo!”


Siapa siy yang tidak ingin membanggakan hasil karya anak bangsanya, jadi buatlah sesuatu yang bermutu tidak perlu berlebihan, dan saya yakin para sinetron makers yang memang sudah profesi mereka, bisa menciptakan sinetron yang memiliki ‘Feel’dan 'soul' yang berkesan baik dan tidak mudah dilupakan sepanjang jaman.


Bukan berarti sinetron-sinetron Indonesia jelek semua, saya pernah terkesan dengan Sinetron Si Doel Anak Sekolahan, ceritanya tidak berlebihan, apalagi waktu jaman Alm. Benyamin Suaeb masih hidup, itu bagus banget kan sinetronnya. Siapa yang tidak setuju dengan saya?


Akhir kata, mudah-mudahan Industri Sinetron di Indonesia tidak hanya mendatangkan rezeki bagi para orang-orang yang terlibat di dalamnya, mudah-mudahan mendatangkan manfaat juga bagi penikmat sinetron-nya, niat saya baik, bukan hanya mengkritik habis-habisan saja, karena saya juga ingin ketika saya nonton sinetron Indonesia saya merasa bangga, dan saya juga ingin Sinetron Indonesia bisa sejajar dengan drama-drama Asia yang laku dikepingkan dalam dvd dan di-upload juga di internet bisa ditonton secara streaming karena penggemarnya yang banyak dari seluruh dunia.


Merdeka :D!

0 comments: