Wednesday, May 24, 2006

Dimadudududuu...

Aku tak rela dimadu...slogan ini terdengar seperti judul lagu dangdut, tapi gw rasa, slogan ini milik semua perempuan bersuami yang pastinya tidak mendukung poligami, biar kata mengijinkan suami buat menikah lagi dengan perempuan lain, adalah salah satu jalan pembuka untuk menuju surga, gw sebagai wanita yang lebih condong ke dalam kaum pendukung anti poligami, sering berpendapat "seperti banyak jalan lain menuju roma, Allah SWT yang Maha Segalanya juga pasti akan membuka banyak jalan lain ke surga..."

Aku tak rela dimadu, sudah beberapa hari ini jadi berita panas setiap media cetak ataupun elektronik, gw juga gag heran dan kaget...waktu pertama kali baca rumah-nya diserang, dalem hati, "didatengin deh sama pasukan tua-nya!"...

Aku tak rela dimadu, slogan ini gw rasa juga, bukan hanya milik perempuan bersuami kaya raya, yang *mungkin* tidak rela berbagi kebahagian harta duniawi dengan orang lain, tidak rela berbagi harta rohaninya juga, dan yang pasti juga tidak rela memiliki status 'ngenes' di mata masyarakat secara mereka public figure, walopun ada juga siy beberapa perempuan yang malah terlihat hebat dan tegar di mata masyarakat, karena suaminya memiliki madu2....

biar kata hari ini makan-besok puasa, besoknya puasa lagi, sepertinya gag akan ada perempuan yang rela berbagi, apalagi kalo udah jelas lebih sering gak makannya yah,"misi yaa Oom kalo mo maen madu2an, ngasih makan istri satu ajah kering kerontang!"

ada pengalaman sebagai saksi mata, karena lihat dan dengar langsung, heboh dan gempar! mungkin buat yang muda berasa kiamat kecil, buat yang tua berasa perang dunia ketiga dimulai...buat yang nonton, kalut bog! malu sama tetangga karena tempat kosnya mendadak ribut hingar bingar, didatengin masyarakat kampung sekitar, ternyata ngekos ajah lowh di tempat 'yang muda yang disimpen'...siapa yang mo disalahin kalo udah meledak kayak gini, yang ada emak gw ngomel2," Kaaaaak, pindah cepetan, tengsin boog ama temen2 mama!"..."hey Mom, why oh why musti tengsin, 'mereka' terikat pernikahan kok *ceunah pembokatnya siy*!" Akhirnya sembari nguping2 panik orang2 yang berantem jadilah gw bergosip panas dengan si tukang cuci baju, aah bikin dosa ajah di siang hari...

terbukti, tak rela dimadu-tak rela berbagi, bukan hanya punya perempuan 'atas', perempuan biasa yang bukan siapa2, yang mungkin dari sisi ekonomi suaminya sedikit berlebih dan dari sisi lainnya juga mungkin berlebih:D...juga gag mau laah disuruh bagi2! anak kecil ajah kalo diminta permennya yang cuman satu, bisa ngamuk di tempat...apalagi ini yang bukan cuman sekedar permen, tapi separuh jiwa...

just wondering, kalo niy kalow, ceritanya sang lelaki beristri hanya orang biasa, biasaaa banget deh, okee-okee berlebih dikit deh ekonominya, sebulan bisa ngebagi yang tua 5 juta, yang muda 5 juta, musti adil kan katanya...beliin rumahnya gag di daerah elit 5 milyar, rumah biasa ajah yang harganya masih nominal puluhan menjelang ratusan..yang muda, masih ada minat gak yaa sama sang lelaki...apa benar karena cinta, makanya rela dimadu? apa benar sang lelaki itu memadu karena beribadah, supaya gag ada janda2 miskin dengan anak terlantar di dunia ini? hohoho...silakan cari jawabannya sendiri!

memang kita sebagai muslim gag boleh mengingkari satu ayat pun dalam Al-Quran, gw condong tidak mendukung poligami tapi mungkin akan jadi cerita lain kalo semua syarat untuk berpoligami secara syar'i sudah terpenuhi dan yakin bisa adil..

mengutip dua ayat Al-Quran untuk yang berminat poligami,
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS 4: 3)


Dan Kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung kepada yang kamu cintai, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang' (QS 4 : 129)

mengutip puisi lucu ijin poligami yang pernah di fwd di milis2
Puisi suami yg minta izin poligami :
Istriku...
jika engkau bumi, akulah matahari
aku menyinari kamu
kamu mengharapkan aku
ingatlah bahtera yg kita kayuh,
begitu penuh riak gelombang
aku tetap menyinari bumi,
hingga kadang bumi pun silau
lantas aku ingat satu hal
bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi,
ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi...relakanlah aku menyinari planet lain, menebar
sinarku menyampaikan faedah adanya aku,
karna sudah kodrati dan Tuhan pun tak marah...

Balasan Puisi sang istri ....
Suamiku...
bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
aku rela kau berikan sinarmu
kepada segala planet yg pernah TUHAN ciptakan
karna mereka juga seperti aku
butuh penyinaran dan akupun
juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
Tapi..
bila kau hanya sejengkal lilin berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
karena kamar kita yg kecil pun
belum sanggup kau terangi
bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita,
di tengah remang-remang pencahayaanmu
yang telah aku mengerti utk tetap menguak
maka... coba liat siapa dirimu...
mentari atau lilin?
Please deh...

PLEASE DEH...

7 comments:

Mariskova said...

"Dan Kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrimu,..."

Sudah dikasih warning sama Yang Maha Tahu, kok masih ngeyel bilang kalo manusia (baca: laki2) bisa adil...
Ridho, spt kata Mia, banyak jalan ke surga kok hehehe...

Nuzulia said...

Beneeeerrrr banget kata si Maknyak Ari. Itulah, kalo baca ayat Al-qur'an jangan sepotong-sepotong. Harus lengkap, jgn cuma diambil yang nguntungin diri sendiri aja (bukan marahin mia or ridho kok, tp yg laen spt yg ngasih poligami award tea')

Trus, kl alesannya krn sunnah rosul, kok ya yg dipilih yg banyak istri??? Rosul juga ngasih contoh shalat malam sampe kaki bengkak, puasa kalo istrinya gak masak, jihad fi sabilillah, mbok ya itu dulu yg dikerjain, siapa tau terus jadi mati shahid (hush... ups :))

Anonymous said...

Hihihihi...nonjok banget puisinya :))

Bunda Shafiya

http://keluargazulkarnain.blogspot.com

Mama Zaza said...

huaaa.... dimadu? makasih banget deh!!!
jadi inget mi, mantan pacarku dulu sempet punya obsesi pingin punya istri dua. waks!!! untung aja deh ga jadi sama dia *phewwww*

Noenoe said...

salam kenal,...ikutan komen ya,...coba deh para lelaki yg berniat mengambil madu (petani lebah kaliii),...masak sih al Quran cuma diliat dari segi kuantitatif aja, 4, 3, 2, 1,..yg kualitatif dong,..ADIL,..hi hi

Bunda Faikar said...

Mia, puisinya lucu ya...gw posting dimilis sma gw ya hehehe....
btw, gimana pun juga kita memang harus mengakui ayat ttg poligami itu memang ada, bukan berarti kita mau dipoligami ya nggak? maklum bunda kan juga manusia hahaha....
jadi inget nih cerita suami, dulu KH. Agus salim dan Soekarno diskusi ttg poligami. Soekarno menentang habis poligami sedangkan KH. Agus salim mendukung poligami. Tapi buktinya, soekarno yang poligami, KH.Agus salim tetap dgn satu istri.

manda bee said...

ngg sebaigai bride to be, bayi tako berkomenar..ngg nggak enak emang kalo yang "di" tapi enak kalo yang "me" hihi apa sih?? anyhee...ade sih gak mau jadi istri pertama...jadi istri kedua or seterusnya juga gak mau...maunya jadi istri satu satunya...tapi kalo emang secara duniawi bisa adil and ada very tollerable reason...gue mau jadi istri kedua (heuheuheuheu teteup gak mau jadi istri pertama...)